Krisis Corona Belum Usai, India Evakuasi Ratusan Ribu Orang

Author : husnarisna94
Publish Date : 2021-06-04


Krisis Corona Belum Usai, India Evakuasi Ratusan Ribu Orang

Pihak berwenang mengevakuasi lebih dari 200.000 orang saat topan Tauktae melanda pantai barat India. Badai yang amat sangat parah itu datang ketika India sedang berjuang melawan lonjakan kasus dan kematian akibat corona.

Ombak menghantam Gerbang India di Mumbai saat Topan Tauktae melanda pada Senin (17/5)

Topan terparah yang melanda India dalam lebih dari dua dekade menghantam pada Senin (17/5). Topan itu melanda India hanya beberapa jam setelah pihak berwenang mengamankan daerah di jalur badai dan menghentikan vaksinasi COVID-19 di satu negara bagian barat.

Lebih dari 200.000 orang diminta meninggalkan rumah mereka di negara bagian Gujarat, sementara pihak berwenang menutup beberapa pelabuhan dan menangguhkan vaksinasi COVID-19.

Topan Tauktae yang telah menewaskan sedikitnya belasan orang setelah menyapu Laut Arab, juga menghancurkan infrastruktur di negara bagian pesisir Kerala, Karnataka, Goa, dan Maharashtra. Sementara angin kencang dan hujan lebat yang menghantam kota pusat keuangan Mumbai, menyebabkan banjir.

Departemen Meteorologi India (IMD) melaporkan kecepatan angin hingga 133 kilometer per jam pada pukul 21.30 waktu setempat (1600 GMT). 

'Amat sangat parah'
Sebelumnya pada Senin (17/5), IMD mengategorikannya sebagai badai yang "amat sangat parah," meningkatkannya dari kategori "sangat parah".

Menteri keuangan negara bagian Gujarat, Pankaj Kumar, mengatakan Tauktae menjadi "topan paling parah yang melanda Gujarat dalam setidaknya 20 tahun."

"Topan ini bisa dibandingkan dengan topan tahun 1998 yang melanda Kandla dan menimbulkan kerusakan parah," kata Kumar kepada Reuters.

Topan tahun 1998 yang melanda Gujarat menewaskan sedikitnya 4.000 orang dan menyebabkan kerugian ratusan juta dolar. 

Badai di tengah gelombang virus mematikan
Topan Tauktae datang saat India sedang berjuang melawan gelombang besar infeksi COVID-19 yang menewaskan sedikitnya 4.000 orang setiap hari.

Otoritas kesehatan Gujarat kini terpaksa menangguhkan vaksinasi COVID-19 selama dua hari. 

Menteri Utama negara bagian Gujarat, Vijay Rupani, meminta para pejabat untuk memastikan bahwa pasokan oksigen untuk rumah sakit tidak terganggu.

Menurut Kumar, 1.383 cadangan daya telah dipasang untuk memastikan rumah sakit yang terkena virus corona tidak menghadapi pemadaman listrik.

"Tiga puluh lima 'koridor hijau' juga telah dibuat untuk suplai oksigen ke rumah sakit yang merawat pasien COVID," ujarnya.

Otoritas Gujarat terus mengevakuasi ratusan ribu orang ke tempat penampungan sementara. Namun, hal ini memicu kekhawatiran atas peningkatan risiko penularan virus di tempat penampungan yang padat.

Sementara itu, Mumbai menutup bandaranya selama beberapa jam pada Senin (17/5) dan mendesak orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sehari sebelumnya, 580 pasien COVID-19 dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dari tiga rumah sakit yang dibangun secara darurat.

pkp/gtp (AP, Reuters, AFP)

Bencana Covid Bangkitkan Oposisi Partai Lokal di India
India mencatat 3.414 kematian harian akibat Covid-19 menyusul tsunami infeksi yang belum mereda. Amarah kini melimpah ke ranah politik, seiring kalahnya partai pimpinan PM Narendra Modi dalam sejumlah pemilu kunci.

Pada Senin (3/5), India mencatat 368,147 kasus baru infeksi virus corona, sedikit berkurang dari hari-hari sebelumnya. Jumlah kasus penularan harian diumumkan pada saat yang sama, ketika 13 partai oposisi melayangkan petisi kepada pemerintah pusat. 

Mereka menuntut pemerintah menjamin pasokan oksigen tanpa henti untuk rumah sakit, dan menggiatkan program imunisasi massal. Akhir pekan lalu sejumlah rumah sakit meminta intervensi pengadilan untuk menanggulangi kelangkaan oksigen.

"Air sudah menggenang di atas kepala. Cukup sudah!” tulis Pengadilan Tinggi di ibu kota New Delhi dalam putusannya, sembari mengancam bakal menindak pejabat yang berwenang jika pasokan oksigen kembali terputus.

Pada Senin, sebanyak 24 pasien Covid-19 meninggal dunia di rumah sakit pemerintah di negara bagian Karnataka lantaran kelangkaan oksigen, lapor media-media lokal. Tidak jelas berapa pasien yang meninggal karena tidak mendapat oksigen. 

Lonjakan infeksi meningkatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata. Kebijakan pemerintah dinilai membuka pintu bagi tsunami infeksi virus corona di penjuru negeri. 

Sejak Februari otoritas di India giat membuka kembali kehidupan publik dan aktivitas perekonomian. Puncaknya April silam, ketika pemerintah mengizinkan penyelenggaraan festival Hindu di sungai Ganga, ketika Partai BJP menggelar berbagai pesta kampanye yang melibatkan lautan massa. 

Terbatasnya kapasitas rumah sakit dan sikap pemerintah yang merahasiakan sejumlah data penting dianggap turut memperparah situasi.

Wabah hentikan dominasi BJP
Minggu (2/5), Partai BJP diumumkan kalah dalam pemilu di negara bagian West Bengal. Pemilihan legislatif di wilayah yang berbatasan dengan Bangladesh itu dianggap krusial bagi BJP. Namun meski berulangkali dikunjungi Modi, warga West Bengal tetap loyal pada Perdana Menteri Mamata Banerjee yang diusung partai lokal.

Selain West Bengal, BJP juga kalah di dua negara bagian lain. Meski BJP mempertahankan dominasi di negara bagian Assam, hasil pemilu dinilai bisa melemahkan posisi Narendra Modi. "Apa yang terjadi di West Bengal hanya sebuah awal,” tulis kolumnis harian The Print, Shobhaa De.

Prashant Kishor, penasehat politik PM West Bengal, Banerjee, mengatakan "hasil pemilu memberikan suara dan harapan bagi mereka yang ingin melawan bahaya yang bernama BJP.”

Shiv Sena, sebuah partai lokal yang menguasai negara bagian Maharashtra yang mencakup Mumbai, mengatakan hasil pemilu adalah kekalahan telak bagi PM Modi, yang dituduh mempertaruhkan kesehatan publik demi kemenangan pemilu. 

"Bukannya meredam pandemi Covid-19 yang sedang mengamuk, pemerintah pusat, termasuk Perdana Menteri Narendra Modi, sibuk di arena kampanye di West Bengal karena ingin mengalahkan Mamata Banerjee,” tulis partai tersebut.

Drama kematian di rumah sakit, tempat parkir atau jalan raya yang ramai disebar meruntuhkan kepercayaan publik kepada pemerintah. Menurut jajak pendapat YouGov, dalam setahun kepercayaan warga terhadap cara pemerintah mengendalikan wabah anjlok dari 89% pada April 2020, menjadi 59% pada akhir April 2021.  


# Varian Baru COVID-19 India Ditemukan di 17 Negara, Termasuk Indonesia
Varian baru corona dari India yang dikhawatirkan menjadi penyebab lonjakan kasus di negara itu, telah ditemukan di 17 negara. WHO sebut varian baru itu punya tingkat pertumbuhan lebih tinggi dari varian lain di India.  

Berlomba dengan Waktu, Jerman dan Prancis Kirim Bantuan Medis ke India
Menlu Jerman Heiko Maas berjanji untuk segera menyediakan pasokan medis penting bagi India. Sementara itu, Prancis dijadwalkan akan mengirimkan alat bantu pernapasan dan oksigen ke India pada akhir pekan ini.  

Jerman, UE, AS Bantu India Tangani 'Tsunami' COVID-19
India tengah berjuang melawan lonjakan kasus COVID-19 dengan tingkat infeksi dan kematian tertinggi di dunia. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan "badai telah mengguncang bangsa."  

Apa yang Kita Ketahui Tentang Varian Virus Corona dari India Sejauh Ini?
Varian terbaru virus corona penyebab COVID-19 terdeteksi di India. Masih belum diketahui seberapa berbahayanya varian B.1.617 ini, tetapi kemunculannya telah menimbulkan kekhawatiran.  

Pihak berwenang mengevakuasi lebih dari 200.000 orang saat topan Tauktae melanda pantai barat India. Badai yang amat sangat parah itu datang ketika India sedang berjuang melawan lonjakan kasus dan kematian akibat corona.

Ombak menghantam Gerbang India di Mumbai saat Topan Tauktae melanda pada Senin (17/5)

Topan terparah yang melanda India dalam lebih dari dua dekade menghantam pada Senin (17/5). Topan itu melanda India hanya beberapa jam setelah pihak berwenang mengamankan daerah di jalur badai dan menghentikan vaksinasi COVID-19 di satu negara bagian barat.

Lebih dari 200.000 orang diminta meninggalkan rumah mereka di negara bagian Gujarat, sementara pihak berwenang menutup beberapa pelabuhan dan menangguhkan vaksinasi COVID-19.

Topan Tauktae yang telah menewaskan sedikitnya belasan orang setelah menyapu Laut Arab, juga menghancurkan infrastruktur di negara bagian pesisir Kerala, Karnataka, Goa, dan Maharashtra. Sementara angin kencang dan hujan lebat yang menghantam kota pusat keuangan Mumbai, menyebabkan banjir.

Departemen Meteorologi India (IMD) melaporkan kecepatan angin hingga 133 kilometer per jam pada pukul 21.30 waktu setempat (1600 GMT). 

'Amat sangat parah'
Sebelumnya pada Senin (17/5), IMD mengategorikannya sebagai badai yang "amat sangat parah," meningkatkannya dari kategori "sangat parah".

Menteri keuangan negara bagian Gujarat, Pankaj Kumar, mengatakan Tauktae menjadi "topan paling parah yang melanda Gujarat dalam setidaknya 20 tahun."

"Topan ini bisa dibandingkan dengan topan tahun 1998 yang melanda Kandla dan menimbulkan kerusakan parah," kata Kumar kepada Reuters.

Topan tahun 1998 yang melanda Gujarat menewaskan sedikitnya 4.000 orang dan menyebabkan kerugian ratusan juta dolar. 

Badai di tengah gelombang virus mematikan
Topan Tauktae datang saat India sedang berjuang melawan gelombang besar infeksi COVID-19 yang menewaskan sedikitnya 4.000 orang setiap hari.

Otoritas kesehatan Gujarat kini terpaksa menangguhkan vaksinasi COVID-19 selama dua hari. 

Menteri Utama negara bagian Gujarat, Vijay Rupani, meminta para pejabat untuk memastikan bahwa pasokan oksigen untuk rumah sakit tidak terganggu.

Menurut Kumar, 1.383 cadangan daya telah dipasang untuk memastikan rumah sakit yang terkena virus corona tidak menghadapi pemadaman listrik.

"Tiga puluh lima 'koridor hijau' juga telah dibuat untuk suplai oksigen ke rumah sakit yang merawat pasien COVID," ujarnya.

Otoritas Gujarat terus mengevakuasi ratusan ribu orang ke tempat penampungan sementara. Namun, hal ini memicu kekhawatiran atas peningkatan risiko penularan virus di tempat penampungan yang padat.

Sementara itu, Mumbai menutup bandaranya selama beberapa jam pada Senin (17/5) dan mendesak orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sehari sebelumnya, 580 pasien COVID-19 dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dari tiga rumah sakit yang dibangun secara darurat.

pkp/gtp (AP, Reuters, AFP)

Bencana Covid Bangkitkan Oposisi Partai Lokal di India
India mencatat 3.414 kematian harian akibat Covid-19 menyusul tsunami infeksi yang belum mereda. Amarah kini melimpah ke ranah politik, seiring kalahnya partai pimpinan PM Narendra Modi dalam sejumlah pemilu kunci.

Pada Senin (3/5), India mencatat 368,147 kasus baru infeksi virus corona, sedikit berkurang dari hari-hari sebelumnya. Jumlah kasus penularan harian diumumkan pada saat yang sama, ketika 13 partai oposisi melayangkan petisi kepada pemerintah pusat. 

Mereka menuntut pemerintah menjamin pasokan oksigen tanpa henti untuk rumah sakit, dan menggiatkan program imunisasi massal. Akhir pekan lalu sejumlah rumah sakit meminta intervensi pengadilan untuk menanggulangi kelangkaan oksigen.

"Air sudah menggenang di atas kepala. Cukup sudah!” tulis Pengadilan Tinggi di ibu kota New Delhi dalam putusannya, s



Category :advertising

Evaluate solutions via way of means of checking them towards your notes

Evaluate solutions via way of means of checking them towards your notes

- The simplest manner to make certain that is so is to apply a beyond examination or pattern paper.


Australian police find body in search for missing British tourist

Australian police find body in search for missing British tourist

- In a statement Tuesday, police said the mans body was "located about 10:15 a.m. this morning in a c


Нагиев на каникулах  11 серия ** сериал в хорошем качестве

Нагиев на каникулах 11 серия ** сериал в хорошем качестве

- Карантин прошёл и случилось то, чего так долго все ждали — снова начали летать са


Потерянные 7 серия - все серии

Потерянные 7 серия - все серии

- Сотрудник полиции Зорин работает в убойном отделе не первый год, но регулярно сов